SELAMAT MAJU JAYA DAN SUKSES

Sunday, August 22, 2010

Doa Qunut Nazilah

Doa bagi memohon perlindungan dan menangkis kejahatan musuh

أللهم إنا نجعلك فى نحور أعداءنا

ونعوذبك من شرورهم

Ya Allah, Sesungguhnya kami letakkanMu di batang leher musuh-musuh kami, dan kami berlindung denganMu daripada kejahatan mereka,

اللهم بدد شملهم وفرق جمعهم

وشتت كلمتهم وزلزل اقدامهم

وسلط عليهم كلبا من كلابك

Ya Allah, hancur leburkanlah rkumpulan-kumpulan mereka, Pecah belahkan dan kacau bilaukan persatuan mereka, Goncangkan pendirian mereka Dan hantarkanlah anjing-anjingMu kepada mereka


يا قهار يا جبار يامنتقم


Wahai Tuhan Yang Gagah Perkasa, Wahai Tuhan Yang Penuh Raksasa,

Wahai Tuhan Yang Bersifat Murka,

يا ألله يا ألله يا ألله

Ya Allah Ya Allah Ya Allah,

اللهم يا منزل الكتاب ويامجري السحاب

وياهازم الاٴحزابا

إهزمهم وانصرنا عليهم

Wahai Tuhan yang menurunkan kitab, Wahai Tuhan yang mengarakkan awan, Wahai tuhan yang menewaskan bala tentera al-ahzab, Kalahkan mereka Dan menangkan kami ke atas mereka. Aminn

Tuesday, August 10, 2010

Ayuh kita raikan Ramadhan ini

Ayuhlah bersama kita raikan kehadiran Ramadhan ini bersama-sama dengan beberapa persiapan ilmu agar ibadah Ramadhan kita semakin lebih baik dari sebelumnya.
Ramadhan adalah Bulan Diturunkan Padanya Al Qur’an
Bulan ramadhan adalah bulan yang mulia. Bulan... ini dipilih sebagai bulan untuk berpuasa dan pada bulan ini pula Al Qur’an diturunkan. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeza (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.” (QS. Al Baqarah: 185)
Ibnu Kathir rahimahullah tatkala menafsirkan ayat yang mulia ini mengatakan, ”(Dalam ayat ini) Allah Ta’ala memuji bulan puasa –yaitu bulan Ramadhan- dari bulan-bulan lainnya. Allah memuji demikian karena bulan ini telah Allah pilih sebagai bulan diturunkannya Al Qur’an dari bulan-bulan lainnya. Sebagaimana pula pada bulan Ramadhan ini Allah telah menurunkan kitab ilahiyah lainnya pada para Nabi ’alaihimus salam.”[1]
Syaitan Dibelenggu, Pintu-pintu Neraka Ditutup dan Pintu-pintu Surga Dibuka Ketika Ramadhan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ
”Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu.”[2]
Al Qadhi ‘Iyadh mengatakan, “Hadits di atas bermakna, terbukanya pintu surga dan tertutupnya pintu Jahannam dan terbelenggunya syaitan sebagai tanda masuknya bulan Ramadhan dan mulianya bulan tersebut.” Lanjut Al Qodhi ‘Iyadh, “Juga dapat bermakna terbukanya pintu surga karena Allah memudahkan berbagai ketaatan pada hamba-Nya di bulan Ramadhan seperti puasa dan shalat malam. Ini berbeza dengan bulan-bulan lainnya. Di bulan Ramadhan, orang akan lebih sibuk melakukan kebaikan daripada melakukan hal maksiat. Inilah sebab mereka dapat memasuki surga dan pintunya. Sedangkan tertutupnya pintu neraka dan terbelenggunya setan, inilah yang mengakibatkan seseorang mudah menjauhi maksiat ketika itu.” [3]
Terdapat Malam yang Penuh Kemuliaan dan Keberkatan
Pada bulan ramadhan terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan yaitu lailatul qadar (malam kemuliaan). Pada malam inilah –yang ditentukan oleh Nabi saw berada pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan- saat diturunkannya Al Qur’anul Karim.
Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3
”Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadr: 1-3).
Dan Allah Ta’ala juga berfirman,
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ
”Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.” (QS. Ad Dukhan: 3).
Yang dimaksud malam yang diberkahi di sini adalah malam lailatul qadr. Inilah pendapat yang dikuatkan oleh Ibn Jarir At-Tabari rahimahullah[4]. Inilah yang menjadi pendapat majoriti ulama di antaranya Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma.[5]
Bulan Ramadhan adalah Salah Satu Waktu Dikabulkannya Do’a
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ لِلّهِ فِى كُلِّ يَوْمٍ عِتْقَاءَ مِنَ النَّارِ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ ,وَإِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةً يَدْعُوْ بِهَا فَيَسْتَجِيْبُ لَهُ
”Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan,dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a maka pasti dikabulkan.”[6]
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ
“Tiga orang yang do’anya tidak tertolak: orang yang berpuasa sampai ia berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang dizalimi”.[7]
An Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Hadits ini menunjukkan bahwa disunnahkan bagi orang yang berpuasa untuk berdo’a dari awal ia berpuasa hingga akhirnya karena ia dinamakan orang yang berpuasa ketika itu.”[8]
An Nawawi rahimahullah mengatakan pula, “Disunnahkan bagi orang yang berpuasa ketika ia dalam keadaan berpuasa untuk berdo’a demi keperluan akhirat dan dunianya, juga pada perkara yang ia sukai serta jangan lupa pula untuk mendoakan saudara-saudara seislam yang lainnya.”[9]
Raihlah berbagai keutamaan di bulan tersebut, wahai Saudaraku!
Semoga Allah memudahkan kita untuk semakin meningkatkan amalan salih di bulan Ramadhan.
1. Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 2/179.
2. HR. Bukhari no. 3277 dan Muslim no. 1079, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu
[3] Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 7/188.
[4] Tafsir Ath Thobari, 21/6.
[5] Zaadul Masiir, 7/336-337.
[6] HR. Al Bazaar, dari Jabir bin ‘Abdillah. Al Haitsami dalam Majma’ Az Zawaid (10/149) mengatakan bahwa perowinya tsiqoh (terpercaya). Lihat Jaami’ul Ahadits, 9/224.
[7] HR. At Tirmidzi no. 3598. Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan.
[8] Al Majmu’, 6/375.
[9] Al-Majmu’ , 6/376

Disesuaikan daripadaMuhammad Abduh Tuasikal oleh Ustaz Zahazan Mohamed

Thursday, August 05, 2010

Tanda Kekuasaan Allah pada kejadian Manusia

Betapa sukarnya para Malaikat ketika mendapatkan tanah-tanah dari bumi untuk diciptakan Adam Alaihi Salam ( Abul Basyar Bapa segala manusia ). Pada suatu ketika, Allah SWT menitahkan kepada malaikat Jibril supaya turun ke bumi untuk mengambil sebahagian tanahnya untuk mencipta Adam. Akan tetapi apabila beliau sampai ke bumi, bumi enggan membenarkan tanahnya diambil untuk dijadikan Adam kerana bumi khuatir Adam akan menjadi maksiat kepada Allah. Lalu Jibril kembali ke hadrat Allah memberitahu bahawa ia tidak dapat berbuat apa-apa apabila mendengar sumpah bumi.

Setelah itu, Allah memerintah malaikat Mikail. Jawapan bumi masih sama lalu Allah memerintahkan malaikat Israfil dan jawapan bumi masih tidak berganjak.

Masing-masing kembali dengan jawapan yang hampa. Akhirnya, Allah menyuruh malaikat Izrail turun ke bumi.Kata Allah:
” Hai Izrail! Engkaulah kini yang aku tugaskan mengambil tanah. Meskipun bumi bersumpah-sumpah dengan ucapan, jangan engkau mundur. Katakan bahawa kerjamu atas perintah dan atas namaKu.”

Apabila Izrail turun ke bumi dan menyampaikan perintah Allah kepada bumi, maka akhirnya bumi mengizinkan tanahnya diambil. Setelah Izrail mengambil beberapa jenis tanah, kembalilah ia ke hadrat Allah.

Lalu Allah berfirman: “Ya Izrail, pertama engkau yang Ku tugaskan mengambil tanah, dan kemudian di belakang hari kelak akan kutugaskan engkau mencabut roh manusia.”

Maka kuathirlah Izrail kerana bimbang akan dibenci oleh umat manusia.Lalu Allah berfirman lagi: “Tidak, mereka tidak akan memusuhi kamu. Aku yang mengaturnya, dan aku jadikan kematian mereka itu bersebab antaranya terbunuh, terbakar, sakit dan sebagainya.

JENIS TANAH YANG DIGUNAKAN:

1. Tanah tempat bakal berdirinya Baitul Muqaddis
2. Tanah Bukit Tursina
3. Tanah Iraq
4. Tanah Aden
5. Tanah Al-Kautsar
6. Tanah tempat bakal berdirinya Baitullah
7. Tanah Paris
8. Tanah Khurasan
9. Tanah (Babylon)
10. Tanah India
11. Tanah syurga
12. Tanah Tha’if

Menurut Ibnu Abbas:

1. Kepala Adam dari tanah Baitul-Muqaddis kerana disitulah berada otak manusia, dan disitulah tempatnya akal.

2. Telinganya dari tanah Bukit Thursina, kerana dia alat pendengar dan tempat menerima nasihat.

3. Dahinya dari tanah Iraq,kerana disitu tempat sujud kepada Allah.

4. Mukanya dari tanah Aden, kerana disitu tempat berhias dan tempat kecantikan.

5. Matanya dari tanah telaga Al-Kautsar, tempat menarik perhatian.

6. Giginya dari tanah Al-Kautsar, tempat memanis-manis.

7. Tangan kanannya dari tanah Kaabah,untuk mencari nafkah dan kerjasama, sesama manusia.

8. Tangan kirinya dari tanah Paris, tempat beristinjak.

9. Perutnya dari tanah Babylon. Disitulah tempat seks (berahi) dan tipudaya syaitan untuk menjerumuskan manusia ke lembah dosa.

10.Tulangnya dari tanah Bukit Thursina, alat peneguh tubuh manusia.

11.Dua kakinya dari tanah India, tempat berdiri dan jalan.

12.Hatinya dari tanah syurga Firdaus,kerana disitulah iman, keyakinan,ilmu, kemahuan dan sebagainya.

13.Lidahnya dari tanah Tha’if, tempat mengucap Syahadat, bersyukur dan berdoakan kepada Tuhan.

PROSESNYA KEJADIANNYA:

1. Ketika Allah jadikan Adam, tanah itu dicampur dengan air tawar, air masin, air hanyir, angin dan api. Kemudian Allah resapkan Nur kebenaran dalam diri Adam dengan berbagai macam “sifat”.

2. Lalu tubuh Adam itu digenggam dengan genggaman “Jabarut” kemudian diletakkan didalam “Alam Malakut”.

3. Sesungguhnya tanah yang akan dijadikan “tubuh Adam” adalah tanah pilihan Maka sebelum dijadikan patung, tanah itu dicampurkan dengan rempah-rempah dan wangi-wangian dari sifat Nur sifat Allah, dan dirasmikan dengan air hujan “Barul Uluhiyah”.

4.Kemudian tubuh itu dibenamkan didalam air “Kudral-Izzah- Nya” iaitu sifat “Jalan dan Jammal”. Lalu terciptalah tubuh Adam yang sempurna.

5.Demikian pula roh, ketika itu diperintah masuk kedalam tubuh Adam, ia merasa malas dan enggan, lalu ia berputar-putar, mengelilingi patung Adam yang terlantar. Kemudian Allah menyuruh malaikat Izrail untuk memaksa roh itu masuk. Akhirnya mahu tidak mahu roh itupun masuk dan menyerah kepada Izrail.

Menurut riwayat ketika Adam masih berada di syurga, sangat baik sekali kulitnya. Tidak seperti warna kulit manusia. Kerana Adam telah diturunkan ke dunia, terjadilah perubahan pada warna kulitnya. Sebagai peringatan, yang masih tertinggal warnanya hanyalah pada kuku manusia. Oleh itu, meskipun orang kulitnya hitam,tetapi warna kukunya adalah sama, ialah putih kemerah-merahan.

Dijadikan pada tubuh Adam ada sembilan rongga atau liang. Tujuh buah liang di kepala, dan dua buah liang di bawah badan letaknya.

Tujuh buah letaknya adalah di:

1. Kepala : dua liang mata, Dua liang telinga, Dua liang hidung dan sebuah liang mulut.
2. Dibawah: Sebuah liang kemaluan dan liang dubur.

Dijadikan pula lima buah pancaindera:

1. Mata alat penglihatan
2. Hidung alat penciuman
3. Telinga alat pendengaran
4. Mulut alat merasa manis, masin dan sebagainya.
5. Anggota tubuh lainya seperti kulit, telapak tangan, untuk merasa halus, kasar dan
sebagainya.

Setelah Roh masuk kedalam tubuh Adam :
Lalu roh itu masuk perlahan-lahan sehingga ke kepalanya yang mengambil masa 200 tahun. Demikianlah Allah memberi kekuatan pada Izrail untuk memasukkan roh ke dalam tubuh Adam.

Setelah roh meresap ke kepala Adam, maka terjadilah otak dan tersusunlah urat-urat sarafnya dengan sempurna. Kemudian terjadilah matanya dan seketika itu matanya terus terbuka melihat dan melirik kekiri, ke kanan dan kebawah dimana pada masa itu bahagian badannya masih merupakan tanah keras.

Dilihatnya kiri dan kanan para malaikat yang sedang menyaksikan kejadian dia. Ketika itu dia telah dapat mendengar para malaikat mengucapkan tasbih dengan suara yang merdu dan mengasyikkan.

Kemudian ketika roh sampai kehidungnya lalu ia bersin, serta mulutnya terbuka.

Ketika itulah Allah ajarkan padanya ucapan Alhamdulillah. Itulah ucapan Adam pertama kalinya kehadrat Allah. Lalu Allah berkata :”Yarhamukallah” yang membawa erti: “Semoga engkau diberi rahmat Allah”. Oleh kerana itu jika orang bersin, menjadi sunat mengucap “Alhamdulillah” dan orang yang mendengarnya sunat pula mengucapkan “Yarhamukallah” .

Kemudian ketika roh sampai pada dadanya, tiba-tiba saja ia mahu bangun. Padahal sebahagian bawah badannya masih tanah dan keras. Disini menunjukkan sifat manusia yang suka tergesa-gesa (tidak sabar).
Sebagaimana firman Allah SWT bermaksud:
“Dan adalah manusia itu, suka tergesa-gesa” .(Al-Israk: II)

Maka ketika roh itu sampai di bahagian perutnya, maka terjadilah susunan isi perut dengan sempurna. Maka seketika itu terasalah lapar. Kemudian terus roh itu meresap sampai ke seluruh tubuh, tangan, kaki lalu terjadi darah daging dan tulang. Urat-urat berkulit dengan sempurna, yang mana kulit itu kian lama kian cantik dan halus.

Begitulah proses kejadian-kejadian tubuh Adam. Setelah kejadian Adam sempurna sebagai manusia, maka dialah merupakan makhluk manusia yang pertama. Wajahnya cukup cantik, semua malaikat berasa kagum melihat Adam yang begitu menawan. Kemudian Adam diarak oleh malaikat-malaikat selama 100 tahun lalu diperkenalkan kepada seluruh penghuni dari langit pertama hinggalah ke langit tujuh sebelum dibawa ke syurga tempat mula-mula Adam dijadikan.

(Dipetik dari buku HIMPUNAN KISAH-KISAH MALAIKAT disusun oleh Muhammad Isa Selamat)

My Blog List